Selasa, 08 Februari 2011

GoToAndPlay (January Edition)

Hell-O. Perkenalkan, kami adalah sebuah kelompok kecil yang memiliki keinginan untuk merasakan nikmatnya sensasi berdagang. Walaupun pahitnya kenyataan yang dialami, mudah-mudahan bukan menjadi suatu masalah besar bagi kami. Tanpa berekayasa, disini saya salah satu dari mereka ingin menawarkan produk kami berupa kaos melalui media ini. Dari kalian yang seyogyanya melihat ataupun melirik dan tidak sengaja tertarik dapat memesan secara langsung melalui FB saya yang tercantum pada widget blog ini. Bang Adam.

Berikut desain yang kami hadirkan pada bulan Januari :

 
BERDIKARI

KANG TJUKUR




Untuk desain bulan Februari, tunggu update selanjutnya.

karena informasi terbatas, apabila terdapat pertanyaan yang mengganjal dihati mengenai produk ini. Dapat anda lontarkan langsung pada kotak suara diblog ini ataupun diFB. Silahkan saja. 

Atraksi Becak Mini

cortesy : pasang.com
Lagi-lagi saya bernostalgia, karena saya rasa gak ada masa-masa yang ngangenin ngelebihin masa waktu kecil dahulu. Bener kan ? Oke langsung saja ke masalahnya. Jadi gini, waktu itu dikomplek saya sedang rame-ramenya becak mini berkeliaran, tentu ditunggangi oleh orang-orang mini juga (anak-anak). Kenapa tiba-tiba bisa muncul becak mini ? Bukan sulap bukan sihir, ini bukan ulah Demian ataupun juga Deddy Corbudzier. Tapi ini sampingan dari salah satu kang sayur komplek yang membeli banyak becak mini, lalu menyewakannya kepada anak-anak yang ingin merasakan sensasi gila dalam berbecak ria. Melihat fenomena ini tertarik sudah kemauan saya dan teman-teman untuk turut serta menyewanya. Sekedar alur mundur, sebelumnya becak mini ini sudah muncul terlebih dulu di komplek orang, saya dan endi teman saya pun pernah mengarungi komplek lain hanya untuk menyewa becak tersebut. Dasar bocah.

Kamis, 03 Februari 2011

Si Cerdas dan Si Pintar

yowa.blogdetik.com

Disini saya bukan ingin meceritakan Si Cerdas dan Si Pintar sebagai seorang karakter yang memiliki keseharian yang menyenangkan maupun membosankan, melainkan saya hanya menginisialkan suatu  keadaan pada diri seorang. Oke langsung saja kita bahas tentang Cerdas dan Pintar, selembar pernyataan terlintas ketika saya mengingat mereka. Seperti cerdas, cerdas bagi saya yaitu kemampuan yang di dapat dari kemapanannya mengarungi kehidupan di luar lingkup pendidikan formal, jadi cerdas ini lebih dikategorikan belajar pada lingkungan sekitar, tingkat kesadaran yang tinggi akan sekitar. Memiliki akal melebihi teori maupun rumus yang ada. Ya itu sih Cerdas menurut saya sendiri.

Senin, 31 Januari 2011

Gara-Gara Agar-Agar

vanessanessalontoh.blogspot.com
Ketika itu saya masih duduk di bangku SD, untuk tepatnya saya lupa, mungkin masih kelas tiga. Saya juga baru mempunyai satu orang adik, yang masih terus-terusan digendong oleh ibunda. Dia masih balita, benar-benar masih kecil. Saat itu kebetulan umat beragama Islam sedang melaksanakan salah satu kewajiban beragama, yaitu berpuasa. Taukan puasa ? Itu lho menahan haus, lapar, dan hawa nafsu dari imsak sampai adzan maghrib. Saya juga sudah ikut puasa lho, meskipun masih umur segitu dan walaupun hanya sekedar formalitas. Maklum saya masih lugu. Hari itu mungkin hari minggu, karena yang saya ingat ayahanda dan ibunda sedang tidak bekerja, mereka ada dirumah.

Sabtu, 29 Januari 2011

Salah Langkah

Ini kisah beberapa tahun silam, kalau tidak salah ini cerita ketika saya masih duduk dibangku SMP. Pada kisah ini terdapat peran saya dengan ketiga teman rumah saya, yaitu kip, endi dan oceh. Pada masa itu sedang giatnya kami mengotori tembok bersih yang dimiliki rumah orang lain, dengan modal diatas dua puluh ribu kami sudah mendapatkan amunisi untuk hura-hura mengundang huru-hara. Dengan dipersenjatai semprotan berwarna kami memulai menggoreskan dinding dengan menuliskan nama sekolah kebanggaan kami. Kami memulainya dari depan komplek, ini terjadi disaat keadaan sedang lengang, yaiyalah bisa bonyok kami apabila dengan lantang mencoret dinding rumah orang lain disaat keadaan lalu lalang orang terbentang.

Kamis, 27 Januari 2011

Penasaran Berakhir Keluhan

Courtesy sergaptkpn.wordpress.com
Ini cerita disuatu hari, dimana para pekerja maupun anak sekolah memiliki hari tanpa kewajiban formalnya. Ini kisah dimana saya menggeluti hari ditemani seorang bocah kecil. Jadi begini ceritanya. Suatu pagi yang lumayan sudah menjadi siang, saya diperintahkan ibunda untuk membeli sesuatu dipusat perbelanjaan yang tidak begitu besar, tetapi ibunda gemar berbelanja disitu. Tidak begitu jauh sih dari rumah, ya kalau naik motor enggak pakai rem mungkin lima belas menit sampai, itu juga kalau enggak nabrak. Dan sialnya adik saya yang masih menjajaki dunia pertamankanak-kanakan itu mendengar perbincangan kami. Dan ia pun memutuskan untuk ikut berperang. Terjadilah sudah bonceng membonceng antara saya dengan bocah kecil itu.